Posted by: eureka | June 10, 2008

Menikmati Pesona Kota Paling Mahal di Dunia

Bisnis Indonesia, “Jangan jalan sendiri-sendiri. Jangan terpisah dari rombongan selama di Red Square [Lapangan Merah] ini. Tolong selalu bersama. Tentu Anda sudah banyak tahu soal Moskwa,” kata Alexander Tjan, pemandu wisata dari ChTZ Uraltrac. Dia juga yang mendampingi rombongan delegasi Indonesia selama sepekan di Rusia mulai akhir Mei hingga awal Juni.

Sasa, panggilan akrab Alexander dan penduduk asli Moskwa keturunan China, tidak menjawab kenapa rombongan harus selalu bersama. Namun, sama dengan kota-kota besar di dunia, orang asing selalu menjadi sasaran empuk kejahatan, bisa dijambret atau dicopet.

 
Apalagi negara ini juga mempunyai cerita seram soal sepak terjang Mafia Rusia-nya. Terlepas dari cerita Mafia Rusia, Moskwa tetap merupakan kota yang memesona bagi orang asing, apalagi yang baru pertama kali ke negara ini.
 
Ketika pertama kali menjejakkan kaki di Bandara Internasional Domodedovo menuju kota Moskwa, penulis langsung disajikan pemandangan kota yang tertata rapi, jalan yang lebar, dan bangunan tua peninggalan zaman dahulu yang masih terawat baik dan tetap terpakai serta tidak tergerus oleh modernisasi.
 
Konon, pemerintah Rusia memang melarang pemugaran seluruh bangunan cagar budaya yang ada di kota ini. Jangan lupa, Moskwa sama dengan Jakarta, macet juga terjadi di mana-mana.

 
Berbicara soal Moskwa tentunya turis termasuk penulis, yang dituju pertama kali adalah Red Square. Ya, Lapangan Merah merupakan salah satu objek wisata populer di pusat kota.

 
Di seputar lapangan ini, dulu menjadi tempat parade militer setiap perayaan Hari Angkatan Bersenjata Uni Soviet sebelum terpecah belah dan Rusia menjadi negara sendiri, terdapat Istana Kremlin, pusat pemerintahan sekaligus kediaman resmi Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang baru dilantik menggantikan Vladimir Putin.

 
Ciri khas Istana Kremlin berupa 20 menara dan tembok yang mengelilingi kompleks istana seluas 27,5 hektare. Menara Spasskaya merupakan menara tertinggi dan yang paling terkenal. Menara ini yang dibangun pada 1725 itu memiliki tinggi 71 meter.

 
Selain Istana Kremlin, di seputar lapangan ini terdapat Katedral Saint Basil. Katedral ini memiliki keistimewaan berupa atapnya yang berbentuk kerucut berwarna-warni. Atap gereja atau katedral, mirip dengan kubah mesjid, banyak dijumpai di wilayah lain di Rusia. Mungkin juga itu simbol dari agama Katolik Ortodok Rusia.

 
Pusat perbelanjaan

 
Tepat di depan Istana Kremlin, juga terdapat GUM, pusat perbelanjaan milik negara. Bangunan GUM yang merupakan kombinasi arsitektur abad pertengahan Rusia, berkerangka baja yang elegan dan beratap kaca ini dulunya pernah menjadi tempat persemayaman istri Stalin, Nadezhda, kini menjadi pusat belanja termahal di dunia.

 
Merek fashion terkenal seperti Bulgary, Tiffany & Co, Armani, Prada, Versace, Bentley dan beberapa merek global lainnya sudah hadir di pusat perbelanjaan ini selain juga terdapat bar atau kafe. Konon, GUM juga menjadi tempat nongkrong billiuner Rusia, sebutan orang kaya negara itu.

 
Oleh karena itu, turis berkantong cekak jangan coba-coba berbelanja di pusat perbelanjaan ini. Apabila Anda membeli kaca mata merek terkenal di Mall Pondok Indah, Jakarta seharga Rp2,5 juta, di GUM bisa dua hingga tiga kali lipatnya.

 
Ketika di Bandara Domodedovo, penulis sempat membeli makanan berupa nasi kebuli, sepotong daging dan sebotol air mineral dan harus merogoh kocek 290 rubel. Apabila US$1 sama dengan 23 rubel. Artinya uang yang dikeluarkan Rp117.260.

 
“Yah, begitulah Moskwa yang kini menjadi kota yang termahal di dunia. London saja sudah terlampaui,” ujar Cetin Candam, Chairman Indonesia-Turkish Business Council (ITBC) mengingatkan ke penulis.

 
Di Moskwa, mobil seperti Porsche, Jaguar, Roll-Royce Phantom, BMW dan Mercedes seri terakhir, banyak ditemukan dan berlalu-lalang di jalan-jalan kota ini. Ini semua tidak terlepas dari berkah kenaikan harga minyak dunia. Rusia memang tercatat sebagai negara produsen utama minyak mentah dunia.
 
Menurut catatan Forbes, Rusia terdapat 53 billioner dengan kekayaan mencapai US$282 miliar, sedangkan di level bawah itu sedikit ada 103.000 orang. Namun, Rusia juga ada orang yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Bank Dunia pernah melaporkan orang miskin mencapai 15% dari total penduduk negara ini.

 
Dunia gemerlap


Bagaimana dengan’dugem’ (dunia gemerlap malam) di Moskwa? Kota ini juga menyediakan tempat bagi penikmat malam, terutama di sepanjang Jalan Tverskaya. Di sepanjang jalan ini akan ditemukan toko fashion merek global, restoran, bar, kasino atau klub malam.

 
Penulis dan rombongan sempat masuk ke salah satu klub malam Night Flight. Sama seperti di Jakarta, selain sajian musik, klub ini juga menyediakan teman wanita pendamping. Penulis sempat bertanya kepada teman orang Indonesia yang lama tinggal di Rusia, Alex. “Berapa wanita itu bila menemani saya?” tanya penulis. Jawab Alex “Ya, sekitar 500-1.000 euro.
Anda mau?” tantangnya. Penulis tidak menjawab dan hanya tersenyum masam sambil berlalu meninggalkan klub malam itu.

 
Namun, bagi turis berkantong cekak tetap ada tempat yang menarik terutama untuk membeli suvenir khas Rusia. Itu terdapat di Arbat Market. Lokasi pasar ini cukup terkenal di Moskwa, terutama bagi turis asing. Kelebihan Arbat Market ini, harga produk seperti kaos dengan gambar Istana Kremlin masih bisa ditawar walau untuk ukuran turis dari Indonesia masih tetap cukup mahal.
 
Itulah Moskwa, kota yang cukup memesona, romantis walau tidak dipungkiri kota ini tetap masih menyisakan nuansa Soviet dengan ideologi Komunisnya. Tidak salah apabila dari kota ini pula muncul novel James Bond karya Ian Fleming From Rusia with Love.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: