Posted by: eureka | March 8, 2008

Penang Has It All!

Sebutkan Penang, maka asosiasi orang, terutama warga Medan, akan langsung mengingat negeri itu adalah tempat berobat. Padahal, negeri pulau itu menjanjikan banyak hal. Penang memang kecil, tapi ia berada di level atas destinasi wisata di Asia Tenggara. Ia menjadi salah satu tujuan utama wisatawan asal Inggris, Singapura, Jepang, Thailand, Indonesia dan negara-negara lainnya.

 

Sebuah majalah lokal gratisan menuliskan, Penang merupakan perwakilan kekayaan budaya Malaysia. Memang benar adanya. Selain bangunan-bangunan bersejarah, Penang dipenuhi dengan perayaan dan tradisi-tradisi agama yang eksotis sepanjang tahun, memberikan kesempatan bagi pengunjungnya untuk menyaksikan serta mengalami warisan leluhur di era modern ini.

 

Majalah itu tidak berlebihan. Mau cari apa saja, ada di Penang. Mau periksa kesehatan atau berobat di rumah sakit terbaik, mereka punya. Mau belanja barang-barang bermerek dengan kualitas yang digaransi di mall atau barang imitasi di kaki lima juga ada. Mau mengikuti perayaan ritual keagamaan yang suci sampai pada gemerlapnya kehidupan malam juga ada. Penang memang lengkap. Untuk sebuah destinasi wisata ia memuaskan.

 

Bagi penyuka bangunan tua bersejarah (heritage) seperti saya, Penang seolah surga dunia. Di negeri ke-2 termaju di Malaysia setelah Kuala Lumpur ini, bangunan-bangunan tua dilindungi oleh undang-undang. Ia tidak boleh diubah tampilannya, apalagi dibongkar. Berbanding terbalik dengan Kota Medan yang selalu meminggirkan bangunan tua, harus mengalah dengan bangunan-bangunan baru yang tak jelas arsitekturalnya itu.

 

Menurut Penang Heritage Trust, di kawasan George Town saja ada sekitar 100 bangunan yang dilindungi. Umumnya, bangunan-bangunan itu sudah berusia lebih dari 200 tahun. Arsitekturalnya bergaya Eropa dan RRC. Secara keseluruhan, Penang memiliki ribuan bangunan tua yang memiliki sejarah masing-masing.

 

Sejarah Penang

 

Penang awalnya merupakan bagian dari Kerajaan Kedah. Penang kemudian diberikan kepada British East India Company pada 1786 sebagai hadiah atas perlindungan militer terhadap serangan dari pasukan Siam dan Burma yang mengancam Kedah. Pada 1 Agustus 1786, Captain Francis Light, yang kemudian dikenal sebagai pendiri Penang, mendarat di pulau itu dan menamainya Prince of Wales Island sebagai penghargaan pewaris tahta Inggris.

 

Tanpa memandang Sultan, Light bertindak tanpa persetujuan dari British East India Company saat dia menjanjikan perlindungan militer. Namun, perusahaan itu gagal membantu Kedah saat diserang Siam. Sultan lalu mencoba mengambil alih pulau itu pada 1790. Upaya itu tidak berhasil dan sultan terpaksa menebus pulau itu senilai 6.000 dolar Spanyol per tahun. Belakangan angka itu bertambah menjadi 10.000 dolar, termasuk Provinsi Wellesley (seberang Perai) yang digabungkan dengan Penang pada 1800.

 

Penang Sekarang

 

Secara geografis Penang dibagi menjadi dua. Penang kepulauan dan Penang daratan (Seberang Perai). Keduanya kini dihubungkan oleh Jembatan Penang sepanjang 13,5 kilometer. Salah satu jembatan terpanjang di Asia ini selesai dibangun pada 1985. Maret lalu, Pemerintah Malaysia mengumumkan akan membangun proyek jembatan kedua.

 

Sebutkan Penang, maka asosiasi orang, terutama warga Medan, akan langsung mengingat negeri itu adalah tempat berobat. Padahal, negeri pulau itu menjanjikan banyak hal. Penang memang kecil, tapi ia berada di level atas destinasi wisata di Asia Tenggara. Ia menjadi salah satu tujuan utama wisatawan asal Inggris, Singapura, Jepang, Thailand, Indonesia dan negara-negara lainnya.

 

[ image disabled ]Negeri ini memang unik. Penang menjadi gabungan antara modernitas dan peninggalan masa lalu. Penang adalah negeri ke dua termaju di Malaysia setelah Kuala Lumpur, meski ia adalah negeri ke dua terkecil setelah Perlis. Penang memiliki landscape metropolitan seperti bandara internasional berkelas, fly over, jembatan, bangunan pencakar langit, mall, hotel, universitas atau rumah sakit terbaik, sekaligus juga tetap menjaga dan melestarikan sejarah kotanya.

 

Keunikannya itu membuat Penang bak gadis seksi yang terus bersolek agar selalu terlihat cantik dan mengundang pelancong (wisatawan). Tahun depan, dalam tahun kunjungan Malaysia 2007, Malaysia menargetkan sebanyak 20,1 juta pelancong dan Penang berharap bisa mendapatkan setidaknya 10 persennya. Dan sepertinya angka itu bukan sekadar angan-angan, mengingat pariwisata adalah penyumbang pemasukan terbesar kedua bagi negeri itu setelah perindustrian. Tak salah memang kalau negeri ini memiliki tagline Has It All! Penang memang memiliki segalanya.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: