Posted by: eureka | October 25, 2007

Bentrokan di Thailand, 78 Muslim Tewas dalam Tahanan Polisi

Sekitar 78 warga Muslim tewas dalam tahanan polisi, setelah aparat kepolisian menangkap mereka dalam bentrokan yang terjadi di wilayah selatan negara gajah putih itu pada hari Senin (25/10) kemarin.

 

Deputi Sekretaris Kementerian Kehakiman Thailand, Manit Suthaporn menyatakan, para pengunjuk rasa yang tewas di tahanan polisi itu penyebabnya karena mati lemas. Dengan demikian korban tewas akibat kemarin mencapai 84 orang.

 

Bentrokan terjadi saat polisi Thailand berusaha membubarkan aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan kantor polisi, dengan menggunakan gas air mata dan semburan air dari mobil water cannon.

 

“Kami tidak menemukan luka bekas tembakan pada korban yang tewas. Kami hanya menemukan luka-luka akibat bentrokan tersebut. Kami memastikan mereka tewas karena mati lemas,” kata Suthaporn.

 

Aparat kepolisian Thailand menyatakan, selain korban tewas, 44 orang mengalami luka-luka termasuk 14 anggota kepolisian Thailand. Polisi juga menahan sekitar 1.000 orang menyusul aksi bentrokan kemarin.

 

Bentrokan itu berawal dari aksi unjuk rasa di depan kantor polisi di distrik Takbai, Narathiwat. Massa berkumpul di depan kantor polisi untuk memprotes penangkapan dan penahanan 6 warga Muslim yang oleh polisi dituduh telah menyediakan senjata untuk kelompok Islam militan. Aparat kepolisian mengaku hanya menggunkan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan aksi unjuk rasa. Namun sejumlah laporan menyebutkan para polisi itu juga melepaskan tembakan.

 

Para pejabat berwenang di Thailand menegaskan para pengunjuk rasa yang tewas dalam tahanan polisi karena kondisi mereka yang lemah karena sedang berpuasa. “Karena sedang berpuasa, badan mereka lemas. Ketika mereka dijejalkan ke mobil polisi mereka tidak cukup mendapakan oksigen untuk bernapas,” kata salah seorang pejabat Thailand. Mereka membantah telah membunuh para pengunjuk rasa yang tertangkap itu dengan sengaja. “Kami mengangkut lebih dari 1.300 orang dalam 6 truk dari provinsi Pattani dengan lama perjalanan sekitar 5 jam,” kata Mayjend. Sinchai Nujsathit, Deputi komandan militer Thailand.

 

Sementara itu, Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra mengunjungi lokasi bentrokan setelah aparat kepolisian dan militer Thailand berhasil mengendalikan situasi. Shinawatra memuji gerak cepat aparat keamanan. “Kerja mereka bagus. Para pengunjuk rasa itu sudah menimbulkan masalah dan kami harus mengambil tindakan tegas terhadap mereka,” kata Shinawatra.

 

Di pihak lain, para pemuka agama Islam di Thailand mengecam aparat kepolisian dan menilai tindakan mereka terlalu berlebihan. Mereka mengingatkan peristiwa ini bisa menjadi pemicu aksi kekerasan lain. “Saya kaget. Saya tidak bisa mengatakan apa yang akan terjadi, tapi saya yakin aksi kekerasan susulan akan terjadi lagi,” kata Abdulrahman Abdulsamad, Ketua Dewan Islam Narathiwat.

 

Saat ini ada sekitar 5 juta Muslim di Thailand. Mereka kebanyakan tinggal di wilayah Selatan Thailand dan hidup dalam kemiskinan. Pemerintah Thailand sendiri menolak keberadaan mereka dengan tidak mengakui bahasa, budaya dan etnis mereka yang masih keturunan orang Malaysia. Aparat berwenang Thailand sendiri menerapkan kebijakan keras terhadap warga Muslim ini, seperti penangkapan ilegal dan interogasi. Mereka juga bersikap diskriminasi terhadap warga Muslim di Thailand.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: