Posted by: eureka | April 5, 2005

Kekerasan di Thailand Selatan Berlanjut, AS Keluarkan ”Travel Warning”

Bangkok – Kekerasan terbaru di Thailand selatan bersambung dari Minggu hingga Selasa dini hari. Menyusul tiga bom di Provinsi Tongkhla, Minggu, dan serangan granat di Provinsi Narathiwat, Senin, sebuah ledakan bom menghantam sebuah penjara di timur laut Thailand Selasa (5/4) dini hari.

 

Pejabat polisi di Bangkok Mayor Chan Smkuntot mengatakan, ledakan terjadi penjara Klong Pai dalam distrik See Kew, Provinsi Nakhon Rathchasima. Belum diketahui adanya korban dan penyebab ledakan.

 

Radio Ruam Duay Chuay Kan mengatakan, para petugas penjara tidak mengizinkan wartawan masuk ke lokasi kejadian, namun diduga telah terjadi kebakaran dan kerusakan akibat ledakan tersebut. Penjara Kong Pai menampung sekitar 2.000 tahanan, sebagian terbesar terlibat kejahatan narkotika.

 

Sebelumnya tiga bom meledak hampir serempak hari Minggu lalu di Provinsi Songkhla yang dekat pada tiga provinsi dengan mayoritas warga Muslim di Thailand selatan – Narathiwat, Yala, Pattani.

 

Menyusul tiga bom Minggu, Senin kemarin terjadi serangan granat dalam distrik Joh Irong di Provinsi Narathiwat. Pelaku serangan dilaporkan menggunakan peluncur granat jenis M-79. Menurut Kolonel Polisi Thanongsak Wangsupah, pihak berwenang telah diingatkan tentang kemungkinan serangan Senin yang belum disebutkan jumlah korbannya itu.

 

Para pelaku serangan itu, kata Wangsupah terdiri dari 10 orang yang terbagi dalam dua kelompok. Mereka kemudian dikejar aparat keamanan dan melarikan diri ke hutan. Sebelumnya, juga pada hari Senin, sebuah bom yang ditanam di jalan meledak dan melukai 4 orang tentara pemerintah di Provinsi Yala.

 

Kawasan Berisiko

 

Kekerasan yang meningkat dan meluas di Thailand selatan telah menjadikan kawasan itu berisiko bagi warga Amerika Serikat. Karenanya mereka harus menghindarkan diri dari sana atau harus ekstrahati-hati bila terpaksa ke wilayah tersebut, demikian travel warning ( himbaun untuk tidak bepergian ke wilayah tertentu) yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS, Senin (4/4).

 

Deplu AS mengatakan, pengumuman yang dikeluarkan bermaksud “mengingatkan warga negara AS untuk ekstrahati-hati di wilayah Thailand seletan dan agar menunda perjalanan yang tidak mendesak ke wilayah itu karena kekerasan yang sedang meningkat di sana.”

 

Rangkaian serangan itu terjadi meskipun aparat keamanan Thauland tengah berada dalam kesiagaan penuh menyusul terjadinya tiga rangkaian ledakan yang terjadi hari Minggu lalu di bandara internasional Hat Yai, supermarket Carrefour dan sebuah hotel di Provinsi Songkhla. Rangkaian ledakan itu dilaporkan menelan 5 korban tewas dan sedikitnya 70 orang cedera.

 

Selama ini kekerasan oleh kelompok separatis Muslim hanya terjadi dalam tiga provinsi mayoritas Muslim. Tapi tiga bom yang terjadi hampir serentak, Minggu, terjadi dalam provinsi lain yang mengisyaratkan perluasan wilayah operasi kaum separatis tersebut. Mereka juga mulai menggunakan teknologi canggih, karena ada bom yang diledakkan dengan perkakas pengendali-jauh — remote control. (ap/jul)


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: