Posted by: eureka | March 7, 2003

Filipina Nyatakan Sudah Tahu Pelaku Pemboman Davao

DAVAO – Pemerintah Filipina menyatakan penangkapan terhadap pelaku pemboman bandara Davao hanya tinggal menunggu waktu. Keyaskinan polisi Filipina itu muncul setelah kemarin, mereka berhasil menangkap dua tersangka baru yang diduga menjadi pelaku pemboman Selasa lalu.


Dengan dua tambahan tersangka baru itu, polisi sudah menahan 13 tersangka. Sebelumnya polisi menahan 20 tersangka, namun belakangan sembilan tersangka dibebaskan kembali tanpa penjelasan mengapa mereka dibebaskan. Jurubicara polisi Davao menolak menjelaskan siapa saja ke-13 tersangka pelaku pemboman yang menewaskan 21 orang dan melukai lebih dari 150 orang lainnya, termasuk tiga warga Amerika Serikat.


Meski polisi menolak menyebutkan siapa saja tersangka yang tengah diperiksa, kemarin walikota Davao Rodrigo Duterte mengumumkan bahwa pihkanya kini telah mengantungi bukti terbaru dari hasil investigasi terakhir. “Kami yakin kami telah mendekati kesimpulan dalam investigasi terakhir kami,” kata Duterte yang menjadi kordinator tim investigasi.


Menurut Duterte, dari semua tersangka yang ditahan, lima diantaranya memiliki indikasi kuat punya hubungan dengan pelaku pemboman. Namun Duterte menolak menyebut nama, meski ia tak membantah sudah memegang nama tersangka yang diduga kuat menjadi pelaku pemboman. Ia juga menyatakan tak peduli dengan kelompok yang berada dibelakang tersangka.


Sejauh ini, pemerintah Filipina masih meyakini bahwa aksi pemboman bandara Davao itu dilakukan oleh kelompok gerilyawan Front Pembebasan Islam Moro (MILF). Pemerintah Filipina bahkan tak percaya dan mengabaikan klaim kelompok Abu Sayyaf yang Rabu lalu menyatakan sebagai pihak yang bertanggungjawab.


Militer Filipina malah mencurigai adanya permainan antara MILF dan Abu Sayyaf dibalik aksiu pemboman ini. “Itu sangat mungkin bahwa peristiwa ini diatur. MILF meminta kelompok Abu Sayyaf melakukan peledakan, sehingga MILF tetap terlihat terhormat,” kata Menteri Pertahanan Angelo Reyes.


Namun MILF sendiri membantah mereka terlibat dalam peledakan bandara Davao atau dalam berbaai aksi pemboman yang selama ini terjadi di wilayah Filipina Selatan.


Kemarin, Presiden Filipina, Gloria Arroyo juga berkunjung ke Davao untuk menjenguk korban peledakan. Dalam kunjungannya itu, Arroyo meyakinkan korban bahwa ia akan memburu pelaku dan menghukumnya. “Keadilan pasti ditegakkan,” kata Arroyo.


Di mata kalangan analis, aksi pemboman yang terjadi di Davao itu, makin mebuka peluang pemerintah Filipina untuk memanfaatkan bantuan personel militer Amerika Serikat ke negeri itu. Ketidakstabilan situasi di Filipina Selatan itu, selain melegitimasi pemerintah untuk mendatangkan tentara Amerika, juga membuka peluang bagi Amerika Serikat untuk melibatkan tentaranya dalam perang melawan gerilyawan yang dituding berkait dengan Al Qaidah.


Namun Arroyo dengan tegas membantah bahwa ia akan mengijinkan tentara Amerika Serikat terlibat dalam perang melawan pemberontak di Filipina Selatan. “Kami membuka diri terhadap bantuan tentara Amerika Serikat. Mereka selalu menyatakan bersedia membantu apapun yang kita inginkan. Dan saya sudah menggariskan kebijakan, bahwa untuk urusan perang, Saya ingin prajurit Filipina yang melakukannya, bukan prajurit mereka,” kata Arroyo. afp/manilabulletin


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: