Posted by: eureka | May 6, 2008

Kuliner Myanmar Selayang Pandang

Kuliner Burmese dipengaruhi beberapa negara yang menjadi batas wilayahnya. Seperti India, Cina dan Thailand.

 

Buat lidah saya pribadi, beberapa makanan khas Burmese terasa sangat pedas. Apalagi bila ada pengaruh citarasa India-nya.

 

Saat bertandang ke Myanmar beberapa saat silam, saya sempatkan mencicipi masakan Provinsi Shan serta tentunya tiap hari ‘bertegur-sapa’ dengan aneka masakan Burmese.

 

Snack alias kudapan ringan Shan ada beberapa macam. Seperti tahu goreng dicocol saus kecap asin dan jahe cincang plus acar batang sawi.

 

Tahu gorengnya sendiri lain dari yang lain, karena saat digigit teksturnya mirip kembang tahu.

 

Menu lainnya, udang atau ayam cincang dibungkus kulit pangsit dalam kaldu ayam atau digoreng kering –persis dim sum.

 

Dan buat sarapan ada monhinga, yaitu bihun rebus kuah ikan pedas bertabur daun ketumbar dan abon ikan.

 

Makanan utama Shan, biasanya disajikan bersama mie beras atau bihun dalam satu wadah [one dish meal].

 

Favorit saya Shan noodle with seafood. Komposisinya bihun, bola-bola ikan, crab stick, potongan ayam bentuk dadu, sayur mayur, irisan daun bawang serta kuah. Atasnya ditaburi tauco tumis cabe merah yang sangat menyengat lidah!

 

Sementara masakan khas Burmese tampilannya sangat greasy, dengan pengaruh kuat dari India.

 

Sepintas mirip aneka gulai, masing-masing terbuat dari bermacam bahan. Ada kambing dan jeroannya, ikan air tawar, isi perut ikan sampai udang windu.

 

Semua lauk ini disantap dengan nasi, disertai lalap okra, rebung dan kacang panjang kukus serta daun selada mentah. Ditambah aneka sambal yang dicampur nga pi [trasi udang atau ikan].

 

Favorit saya adalah masakan semacam ikan sungai bertekstur mirip daging lele yang disuwir-suwir pakai tangan lalu diaduk dengan bumbu dan sedikit minyak.

 

Satu lagi, semacam abon daging kering yang diaduk bersama tumbukan cabe merah kering. Bikin mata berkaca-kaca, tapi mantap rasanya. Apalagi kalau paduannya tumis rebung campur ebi.

 

Selesai menyantap makanan, tuan rumah atau pelayan resto biasanya menyajikan sebuah mangkuk yang terbagi tiga bagian.

 

Satu bagian diisi kacang tanah goreng berbumbu, satu lagi berisi ‘sambal’ daun teh ulek dicampur minyak pedas dan trasi nga pi, satu bagian lagi berisi bawang putih serta cabai rawit hijau. Semuanya berfungsi sebagai ‘penyegar’ mulut sesudah makan besar. 

About these ads

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: